Senin, 01 Juli 2019

Adab Ber-sosial Media

Adab Ber-Sosial Media

Oleh : Kader

Diskusi Keilmuan

Dokumentasi selesai diskusi keilmuan.
Masalah pengunaan sosial media, marak dibicarakan oleh masyarakat sosial bahkan masyarakat mahasiswa yang mengunakan media sosial masih memiliki kekurangan keterampilan atau skill dalam menjalankanya. Maka muncul pertanyaan bagamana cara mengunakan media sosial media yang baik?

Pertanyaan ini dijawab dengan lugas bahwa bersosial media harus disadari sebagai bentuk dakwah amal makruf nahi mungkar, karena sosial media banyak hal yang bisa disampaikan baik melalui akun Facebook, Instagram, Blogger, Youtobe, Twetter, dan Whatsapp. Semua akun ini harus bisa dimanfaatkan sebagai cara bagi kita membagi informasi yang bermanfaat.

Media sosial harus menjadi alat untuk membangun diskusi dan memantau aktifitas berorganisasi. Karena kita bisa melihat aktifitas atau hubungan emosional baik melalui komentar-komentar yang bernilai positif.

Khusus kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah NTB harus dapat mengendalikan diri dalam bersosial media, dalam menanggapi semua kejadian atau masalah sosial. Dengan mengedepankan adap yang dapat menjadi cara untuk menjaga sekuriti organisasi.

Media sosial harus digunakan untuk mengembangka Skill atau kemampuan dalam melakukan tindakan dalam bersosial media. Banyak hal yang bisa dilakukan baik membangun diskusi bahkan menjadi peluang usaha bagi kader dan pemuda yang memiliki skill.

Ada pernyataan ketikan menjadi direktur atau kepala dalam dunia pemerintahan tapi kita tetap menjadi bawahan namun ketika kita memiliki usaha sekecil apapun namun kita tetap akan menjadi bos nya. untuk meraih hal itu perlu konsisten dalam bersosial media.

Jangan sampai kita menyebarkan berita Hoax secara terus menerus maka Hoax itu akan menjadi benar. Hal ini harus dapat kita hindari dalam bersosial media. Untuk itu kita harus peduli dalam membagun wacana untuk membangun pemuda tampa Hoax.

Berdasarkan hal diatas maka bersosial media sangat penting bagi kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Untuk mengembangkan diri dan membangun wacana intelektual.

Hasil diskusi malam Selasa 02 Juli 2019.

Rabu, 13 Maret 2019

55 TAHUN IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH BERKIPRAH


55 TAHUN  IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH
BERKIPRAH
IMM 55 TAHUN
IMM 55 TAHUN TEPAT SASARAN

Oleh: Faidin Parewa
Bumbu-Bumbu kehidupan, tiada tara dalam miniatur kehidupan, Sebagai organisasi, yang sudah banyak berkiprah di dalam dunia pergerakan, menjadi semacam buih yang terombang ambing dilautan,banyak cerita pahit yang sudah dilewati oleh pendiri organisasi bahkan penerus tampuk pimpinan saat ini.
Memimpin Organisasi ini, ibarat tumpahan benih yang belum pasti tumbuh kembangnya, bagaimana dan seperti apa?, perkembnganya belum bisa dipastikan, namun ditangan para kader handal akan tercipta dan lahir buah yang dapat dipetik dan dinikmati. Tentunya ada pada tangan pengerak yaitu kader.
Kader, seyogyanya menjadi moto pengerak disetiap lini, karena terciptanya insan yang hakiki, dikarenakan ditempa oleh ombak yang sangat besar sehingga membuat kader terombang ambing, namun kader yang dapat melewati ombak tersebut, akan dapat menikmati hasil kerja keras dan kegigihanya selama dia konsisten.
Konsisten, merupakan jiwa idealisme, yang harus dimiliki oleh setiap kader Ikatan yang menjalankan roda organisasi. Karena umur ke 55 tahun ini adalah bukti yang Nampak bahwa Ikatan memeiliki kekuatan, untuk mempertahankan organisasi, dalam lika-liku kehidupan yang dilalkui oleh Ikatan.
Ikatan, menjadi bukti kesolitan kader, yang sampai kini, belum bisa di tumbangkan, walau pada beberapa tahun yang lalu ada dualisme kepemimpinan namun dapat diretas oleh ikatan yang sudah mendarah daging di setiap kader yang ada di Indonesia bahkan di negara lain yang ada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
Bukti ini, menjadi dasar bahwa kader memiliki rasa persatuan yang tumbuh dalam miniatur Ikatan. hari ini banyak ucapan selamat yang dilontarkan oleh kader, organisasi pergerakan, masyarakat, pejabat pemerintahan, kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Tentu ucapan ini merupakan musibah baru untuk Ikatan yang harus direfleksi secara bersama.
Kebersamaan dalam meretas masalah yang baru ini, perlu kiranya ikatan memperhatikan masyarkat milenial yang sudah meleh terhadap teknologi, hanya saja kemapuan untuk memahami teknologi ini masih sangat minim. Karena hanya dapat mengunakan namun kapan kita di Ikatan ini dapat menghasilkan prodak baru ini masih dalam tanda Tanya?....., yang harus dijawab oleh setiap kader.
Apalagi saat ini, kita menghadapi Refolusi industri 4.0 yang lagi buming dibicarakan baik dalam dunia industri bahkan dunia pendidikan. Tentunya keadaan ini lagi-lagi memiliki masalah karepemahaman kita masih sebatas definisi. Belum mampu menghasilkan Industri terkini dalam ikatan. Apalagi ada kader-kader yang memahami teknoligi belum mampu dirangkul.
Solusi untuk ini, seharusnya kita yang menjadi Kader Ikatan harus mampu memanfaatkan momen ini, sebagai cara kita untuk melambung tinggi di era-refolusi Ini. Memalui pemanfaatan kader-kader handal yang memiliki kreativitas di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
Selamat Milat, Walau negri ini masih memiliki PR Besar, Maka bantulah dengan keihlasan-mu dalam berlomba-lomba dalam kebaikan demi terciptanya umat yang memiliki ahlak baik.
Umur adalah Beban, kurangi bebanmu dengan semangat untuk beribadah bukan mengharapkan pujian, Sanjugan dari banyak orang Cukup Tuhan yang tau dan yang memberikan Semua itu.
Salam Pergerakan, pergerakanmu saat ini harus lebih masif agar tidak ada koruptor yang berkeliaran lagi dengan mengontrol secara konsisten dalam bingkai idealimemu.
Tetap Merah dalam Ikatan, merahmu adalah darah daging yang mengikat setiap simpu-simpu yang memisahkan daerah atau wilayah dan kepemimpinan tikat komisariat, Cabang, Pimpinan Daerah, dan Pimpinan Pusat dalam Ikatan.  


Waassalam.

Jumat, 08 Maret 2019

Lembo Ade

Lembo Ade

LEMBO ADE
SETAPAK

Bahasa lembo ade dalam ranah sejarah, merupakan cerminan pendewasaan diri, karena bahasa ini dalam kebudayaan Mbojo ialah bentuk rasa iba, rasa sayang, rasa cinta, bahkan kasih dan sayang. Memberikan suatu stimulus, bahwa ternyata masyarakat Mbojo memiliki sesuatu keunikan, yang tentu tidak dimiliki oleh daerah lain, ternyata Mbojo merupakan daerah terunik di seantero Nusantara.

Jejak sejarah Mbojo, sudah menjadi konten yang dapat dimaknai oleh setiap masyarakat, sehingga melahirkan suatu budaya yang sangat unik, karena sejarah mengajarkan sebuah konteks nyata yang dapat memberikan motivasi menyeluruh terhadap masyarakat. Untuk itu perlu kiranya masyarakat Mbojo mengajarkan secara terus menerus bagi masyarakatnya tentang nilai yang ada ditanah Babuju.

Sejarah sangat penting untuk menentukan masa depan masyarakat.

Salam Membaca..!     

Selasa, 01 Januari 2019

Membokar Kejahatan Kader diajang Musdya IMM NTB

Membokar Kejahatan Kader diajang Musdya IMM NTB

Parewa


Oleh : Faidin M.Pd



Keadaan memberikan gambaran berharga kondisi sosial masyarakat di lingkungan berbangsa. Bangsa adalah sekumpulan orang yang sadar atas kepentingan bersama dalam mencapai cita-cita bersama, tanpa menyelewengkan hak persatuan. Satu arah perjuangan untuk menjaga dan melindungi saudara, daerah dan tekat bersama-sama dalam merdeka. Merdeka bukan semata-mata bebas akan tetapi merdeka berdiri pada sandaran kesatuan.

Cinta merupakan masa kasih dan sayang, yang harus tercipta dalam sanubari sertia generasi, karena penyatuan kesadaran menjadi kunci lahirnya kekuatan. Kuat ialah kunci dalam berjuang baik secara fisik maupun dalam berpikir. Pikiran harus melampaui gunung semeru, walau belum menginjakkan kaki namun dari membayangkan akan melahirkan cara berikir untuk menyatukan masyarakat dalam perbedaan.

Perbedaan bukan menjadi persoalan, hari ini perbedaan akan menjadi alat pemersatu setiap bangsa yang berbeda mulai dari sabang sampai merauke, berjajaran pulau, suku, bahasa, dan agama. Keadaan ini menjadikan pertemuan yang takterbatas. Batas bukanlah tanda merah, putih, hijau dan hitam tapi perbatasan adalah penyatuh akan perbedaan yang ada dari setiap wilayah yang berbeda.

Wilayah adalah tempat tumbuh dan berkembangya karakter generasi bangsa, karakter ditempa dalam komunitas masyarakat, baik keluarga dan terutama masyarakat. Masyarakat adalah sekumpulan orang yang memiliki nasip berbeda yang selalu berkomunikasi untuk menyambung tali persaudaraan. Persaudaraan tidak mengenal batas ruang dan waktu. Karena saudara adalah senasip dan sepenangungan.

Memikul beban secara bersama, ibarat kapal laut yang membutuhkan nahkoda dan kelengkapan baik mesin dan fisik dari kapal laut yang harus seimbang agar dapat melewati lautan teduh yang penuh dengan ombak gemuruh, agin yang meniup arus jalan yang dikehendaki. Sehingga para nahkoda dapat mengarahkan arah yang dituju.

Tujuan bukanlah akhir dari perjuangan namun tujuan adalah langkah pasti dari bukti yang ditorehkan dalam berjuang pada masa kini, yang akan melahirkan bentuk perjuangan dimasa depan.   
Editor : Ajis Tanjung

Selasa, 20 November 2018

Wajah Muhammadiyah


Wajah Muhammadiyah

Sekolah Muhmmadiyah memiliki keunikan tersendiri  mulai dari tingkat taman kanak-kanak, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Muhammadiyah dengan jalur pendidikan melakukan suatu formula pencerdasan dan pencerahan. Untuk menyiapkan generasi Bangsa dari sabang sampai merauke, dengan harapan terbentuknya genari yang sebenar-benarnya.
Generasi didikan Muhammadiyah yang diharapkan ialah yang tidak mudah goyah oleh tamparan anggin topan, anggin sebagai sahabat untuk menikmati ilmu pengetahuan, ilmu merupakan pintu jalan untuk meraih segala tujuan hidup. Kehidupan akan menjadi nikmat makalah yang diingginkan dapat diraih, untuk meraih itu perlu kerja keras tampa pamrih.
Kerja nyata Muhammadiyah yang dapat dilihat oleh generasi saat ini adalah banyaknya lahir cendekia-cendekia Muhammadiyah yang menjadi pelopor bangsa. Pelopor ialah menjadi teladan bagi generasi sekarang. Generasi tersebut sudah tidak bisa dihitung oleh jari jemari, karena sudah banyaknya gerasi yang dilahirkan.
Lahirnya generasi tersebut bukan tampa sebab, tapi sudah menjadi kenyataan dari hasil perjuangan KH Ahmad Dahlan se-Abad yang lalu. Pada saat itu dialah peletak fondasi dasar Muhammadiyah. Sehingga dasar tersebut semakin kokoh dan kuat, kekuatan itu sangat nampak pada lingkungan masyarakat Indonesia.
Indonesia sebagai Negara sangat dihormati dan dijunjung oleh muhammadiyah, karena Muhammadiah selalu tunduk pada ketetapan Negara Indonesia. Negara ini pantas dihargai dan dibantu oleh Muhammadiyah. Bantuan itu ialah mencerdaskan kehidupan bangsa, serat ikut mempersatukan bangsa. Persatuan adalah tolak ukur dari rasa cinta terhadap bangsa.
Bangsa merupakan kumpalan masyarakat yang berbeda namun bernasip sama itulah Indonesia. nasip ini sudah dilewati pula oleh generasi awal Muhammadiyah, yang berjuang tampa takut tertumpahnya darah, karena darah mereka sudah menjadi satu dalam warna bendera. Rasa sehati dan sepenanggungan inilah yang melekat pada generasi awal.
Awal adalah suatu titik terang yang menentukan kedepannya, masa depan itu akan tercerahkan dengan adanya satu langkah pertama. Langkah ini menjadikan Muhammadiyah tetap teguh. Keteguhan itu sudah terpatri pada hati mereka. Hati menjadi baik karena dasar yang baik pula, begitulah adanya Muhammadiyah yang sudah tidak takut makan garam.
Garam diibaratkan sebagai kepahitan generasi awal Muhammadiyah yang dalam proses mendirikan banyak pertentangan yang terjadi mulai dari pemahaman keagamaan, pendidikan, sosial dan dakwah.  Banyak orang yang tidak menyukai, menyebabkan pendiri Muhammadiyah terusik oleh lingkungan, akan tetapi itu bukan menjadi soal karena pertentangan tersebut sudah dilewati semua oleh generasi awal Muhammadiyah.
Muhammadiyah yang kita kenal sekarang adalah Muhammadiyah yang tidak pernah berbeda secara Ideologi, ideologi murupakan ide atau gagasan, Muhammadiyah secara Ideologi memiliki Visi yang sistematis demi kemajuan bangsa. Kemajuan itu akan terlihat ketika tindakan nyata terus dikumandangkan demi bangsa tercinta.
Cinta Muhammadiyah terhadap bangsa Indonesia, terbukti dengan perjuangan-perjuangan generasi Muhammadiyah dalam mengaharumkan nama Indonesia terutama dalam Dunia Internasional, Prestasi-prestasi tersebut menjadi torehan yang sangat berharga, sehingga sangat sulit dilupakan oleh bangsa Indonesia.
Indonesia adalah Mitra sekaligus batang tubuh yang harus dijaga oleh Muhammadiyah, menjaga berarti memelihara terutama ketertiban dalam ranah sosial. Tindakan sosial yang sudah dibangun Muhammadiyah yang paling utama membantu masyarakat terutama yang tidak mampu dalam hal ini anak yatim, yatim piatu, dengan mendirikan panti asuhan, sebagai sarana untuk mendidik.
Mendidik gerasi Bangsa adalah cita-cita besar Muhammadiyah, karena mendidik adalah pekerjaan yang sangat mulia, mulia dimata tuhan dan mulia dimata manusia. Itulah cita-cita yang selalu dijunjung tinggi oleh Muhammadiyah.
Salam History.

  


Jumat, 09 November 2018

Refleksi Hari Pahlawan (Sasak, Sumbawa, Mbojo)


Refleksi Hari Pahlawan
 (Sasak, Sumbawa, Mbojo)
Pahlawan”. Kata ini tentu sudah tidak asing lagi didengar oleh masyarakat Indonesia. Ukiran nama dan gambar Pahlawan sudah menjadi suatu yang biasa dilihat dan ditemukan disetiap penjuru wilayah Indonesia. Titisan para pejuang menjadikannya sebagai suatu yang diikuti dan/ dicontohi. Perjuangannya begitu gencar di ditengah kehidupan bangsa yang masih dijajah. Hingga peran mereka sangat diperhitungkan dengan menjadikannya layak disebut Pahlawan. 
Panggilan ini umum di gunakan, sampai anak-anak-pun mengetahuinya juga!. Setiap hari ini, tepat di bulan November banyak lahir pahlawan-pahlawan baru yang diangkat oleh pemerintah, sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya. Adanya pahlawan baru menambah daftar nama pahlawan Indonesia. Mereka muncul dengan berbagai ciri khas dan/ karakteristik perjuangannya, yang menjadikan kita sebagai sumber pengetahuan baru dalam sejarahnya.
Keberadaan pahlawan sangat dijunjung tinggi oleh bangsa, sehingga setiap saat kuburannya-pun pasti banyak didatangi masyarakat, sebagai bentuk rasa ingat dan balas jasa atas apa yang ditorehkan oleh pahlawan tersebut. Menjadi ajang untuk menjiarahi, kebiasaan ini sudah menjadi urat nadi suatu bangsa. Penghormatan mereka tidak berlebihan namun untuk mengingat kembali peristiwa-peristiwa perjuangan yang ada.
Perjuangan para pahlawan tentunya tidak bisa dilupakan dalam tulisan sejarah, sejarah menjadi pengetahuan yang tanpa pamrih mendokumenkan peristiwa, dan fakta yang terjadi pada masa penjajahan. Penjajah yang datang keindonesia menjadi perhatian ketika mengingat hari pahlawan, mulai dari datang dan adanya pemerintah colonial di bangsa ini, menguasai, hingga mereka mundur dari bangsa Indonesia.
Indonesia yang dulu menyimpan kekayaan menjadi perhatian utama bagi masyarakat eropa, dengan mengumpulkan bahan rempah-rempah yang sangat mereka butuhkan. Komoditas ini menjadi tujuan kedatangan mereka, karena yang kita tahu tanah Indonesia begitu subur sehingga tongkat kayu saja bisa tumbuh, apalagi rempa-rempah yang tumbuh memiliki khasiat sebagai obat-obatan.
Obat tradisional nusantara ini sudah dikenal di Eropa sebagai komoditas langka yang dapat menjadi pengawet makanan, serta penghangat badan. Khasiat dari hasil tanah nusantara inilah menjadi suatu yang harus dilindungi oleh para pahlawan Indonesia, untuk dijaga dan dipertahankan dalam suatu perjuangan demi menjaga keutuhan nusantara, nusantara yang disatukan dalam satu kesatuan yang utuh.
Kesatuan yang diperjuangkan, telah lahir sejak lama pada masa pergerakan nasional, yang dipelopori oleh para pahlawan. Pergerakan ini menjadi sebuah alat persatuan yang sangat kuat, untuk menjalin hubungan darah setanah air. Darah ini sudah menjadi hal yang lumrah diberikan dan ditumpahkan untuk mempertahankan bangsa, karena bangsa merupakan satu kesatuan yang memiliki nasib yang sama untuk membebaskan diri.
Pembebasan ini sangat susah di lupakan, perjuangan baik dalam genjatan senjata, pendidikan, sosial, dan dalam bentuk organisasi sudah ditorehkan. Namun, apakah kita ingat siapa saja pahlawan yang ada di daerah kita?,  jikalau kita lupa dengan nama mereka... lantas apa yang perlu kita banggakan dari mereka, sampai identitas mereka saja belum kita tahu!.
Pengetahuan adalah salah satu domain dasar kognitif dalam taksonomi tujuan pendidikan, dengan ini bagaimana kita mampu menghafal serta mengingat nama dan peristiwa sejarah. Alangkah rugi jika pengetahuan yang sangat beharga di lupakan!, apa yang sudah kita perbuat untuk melawan rasa lupa ini?, sudahkah kita membaca, memahami, mengungkapkan apasaja sosok pahlawan di daerah kita masing-masing?.
Alangkah banyaknya peristiwa sejarah di bangsa ini!. Daerah menyimpan peristiwa yang menjadi cikal bakal dari lahirnya rasa nasional. Namun mari kita refleksi terlebih dahulu bagaimana latarbelakang daerah dimana disitu ada peristiwa sejarah. Kita ambil contoh di wilayah provinsi Nusa Tenggara Barat, kita mengenal Tuan Guru KH. Muhammad Abdul Madjid. Dialah sosok pahlawan kita di Nusa Tenggara Barat, akankah pahlawan kita yang ada hanya itu?, mari kita lirik di area timur NTB, tepatnya di kab/kota Bima, disana ada Sultan M Salahuddin, dan apakah beliau sudah diperhatikan untuk diperjuangkan menjadi pahlawan nasional?.
Iming-iming ini belum ada kejelasan, padahal beliau adalah sosok yang pantas diperjuangkan karena kepahlawanannya. Perannya untuk bangsa ini tak bisa dilupakan, karena cukup banyak catatan sejarah yang masih bisa kita temukan, dengan sosoknya sebagai perintis, pelindung, dan pemimpin bagi organisasi pergerakan terutama dalam bidang agama, sosial dan politik. Sosok seperti ini sangat sulit ditemukan dan pantas diberi penghargaan. Penghargaan bagi Sultan M Salahuddin harus secepatnya diberikan agar generasi di Nusa Tenggara Barat memiliki giroh dan dapat mengambil pelajaran akan keteladanan yang diberikan oleh tokoh-tokoh pejuang di daerah.
Daerah Sumbawa pun memiliki tokoh pejuang yang dikenal dengan “Koboi yaitu Laksamana Madya TNI” yang bernama Haji Lalu Manambai Abdulkadir. Salah satu putra terbaik Sumbawa yang telah berjuang untuk bangsa Indonesia rela hidup dan mati dalam memerdekakan bangsa. Penghargaan  bagi Abdulkadir pantas diberikan tidak sebatas sebagai simbol akan tetapi itu merupakan hasil perjuangan yang wajib diberikan apresiasi nyata.
Semua tokoh pejuang harus di angkat dengan berbagai penghargaannya, walaupun tidak pernah bertemu, namun sekiranya rasa cinta terhadap pahlawan dapat diberikan  dengan sebuah penghargaan dan mempertahankan identitasnya. Pemerintah sebagai orang tertinggi di wilayah Nusantara ini yang mengusulkan dan memutuskan ide demikian, dan tidak memandang sebelah mata, tanpa usaha nyata. Untuk itu pemerintah wajib memperjuangkan para tokoh pejuang di daerah yang ada di Nusa Tenggara Barat.

Salam Satu Daerah

Senin, 09 April 2018

Haus VS Dahaga


Haus VS Dahaga

Kekuasaan yang utuh menjadi kebutuhan, harapan, dan sekaligus sebagai alat yang dapat dipergunakan dalam rangka merubah paradikma dari yang berpusat pada senioritas, beralih pada junioritas. Karena legitimasi kekuasaan ini, terlihat ketika keterlibatan senioritas menjadi suatu kebulatan tekat, dalam menghegemoni sebuah dinamika untuk meraih kekuasaan dalam sebuah kelompok, menghendaki orang dibawahnya menjadi hamba yang patuh dan tunduk, bentuk dari feodalisme yang terstruktur kemudian menghampiri dan mengerogoti kebebasan dalam menjalankan sebuah musyawarah, sehingga berdampak pada suatu psikologi generasi yang butuh kebebasan tergangu akibat dari pengaruh dan keterlibatan senioritas, yang mengangap dirinya sebagai orang yang berkuasa tentu melahirkan suatu keharusan untuk dipatuhi semua perintahnya dan arahannya. Pemikiran yang demikian adalah suatu pembodohan yang sangat keliru, karena tidak seharusnya senior menjadi alat politik kekuasaan akan tetapi dia seharusnya menjadi fasilitator yang memberikan pencerahan serta mampu menerima aspirasi junior, karena tidak bisa senior itu berkuasa selamanya, tentu butuh suatu pembaharuan dalam merubah cara berpikir ini, anak muda atau junior harus menjadi yang terdepan dan mampu memberikan bukti keterampilan, menyelesaiakan masalah, dengan kolaborasi yang utuh dan murni tampa ada tendensi haus kekuasaan. Maka jangan heran kebebesan dalam berorganisasi untuk membangun daya kritis sudah menjadi hal yang lumrah bagi generasi terutama junior. Oleh karena itu, Kebebasan ini tidak bisa diartikan secara sempit dan keliru namun kebebasan ini merupakan suatu kebutuhan dan tantangan di Abad 21, dalam arti konstruksi yang dibangun berupa kreativitas, inovasi, berpikir kritis, penyelesaian masalah, komunikasi, kolaborasi, literasi dll. Menjadi suatu kesatuan yang harus dimiliki generasi penerus terutama junior. Dalam rangka menjadi pemimpin masa depan dalam sebuah organisasi, karena dekonstruksi  pemikiran sangat dipbutuh kan saat ini sebagai orang yang minoritas kreatif yang mampu membawa solusi buat ikatan.


Minggu, 04 Maret 2018

Sejarah



Sejarah
Peristiwa, Fakta, tanggal, tahun, yang telah terjadi menjadi suatu masa lalu yang kemudian dikonstruksikan kembali pada masa kini dengan nilai-nilai yang terkandung didalamnya, agar dapat menjadi suatu pelajaran dimasa kini dan masa yang akan datang. Kebenaran sumber sejarah terbukti lewat warisan yang berbentuk lisan, tertulis, dan visual.  Lewat sumber ini akan kita dapatkan fakta sosial, dan fakta mental didalam proses pencarian sumber sejarah. bukti autentik artefak, dokumen, naskah, babad, surat kabar, cerita rakyat. Menjadikan sejarah sebagai suatu pencarian bukti yang mendalam sehingga mendapatkan hasil yang objektif sesuai dengan metode yang telah digunakan. Karena kebenaran ilmiah dalam sejarah hanyat terbatas pada ketercapaian metode atau cara penelitian yang telah digunakan oleh peneliti.
Keberadaan sejarah menjadi suatu ilmu tentu harus dapat dipelajari sebagai bentuk kita menggali suatu pengetahuan yang belum kita dapatkan sebelumnya agar dapat kita interpretasikan sebagai suatu kebenaran yang diakui dalam sejarah. kebenaran ini biasa disebut sebagai kebenaran yang ilmiah, bukan suatu kebenaran yang mutlak. Karena masih banyak diperdebatkan oleh para ahli dalam menentukan kejadian dan peristiwanya sehingga menurut saya ini suatu yang mustahil bila sejarah saat ini dikatakan sebagai suatu kebenaran yang mutlak.
Kebanyakan diantara ilmuan memiliki interpretasi yang berbeda ketika masalahnya sama belum tentu kesimpulan mereka sama. Karena mereka memiliki pegangan teori masing-masing. Untuk itu suatu kebenaran dimasa lalu banyak ditentang, walaupun demikian ada banyak hal yang harus di amini dalam arti bagaimana suatu masalalu yang dipelajari harus didapatkan suatu nilai yang dapat dimanfaatkan sehingga tidak berlalu begitu saja akan tetapi memiliki suatu gigi sehinggan menjadi bermakna dalam memahami dan mengimplementasikannya.


28/032025

 28/03/2025 Pengalaman hidup yang kurasakan tentunya banyak keajaiban yang terjadi yang aku tidak sangka-sangka mulai datang dan menghampiri...