Rabu, 11 September 2019

Hukum dalam Bingkai Ke-Indonesiaan

Hukum dalam Bingkai Ke-Indonesiaan



Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan, baik politik, ekonomi, dan masyarakat. Filsuf Aristoteles yang sangat terkenal sampai saat ini menyatakan hukum adalah sebuah supremasi hukum akan jauh lebih baik daripada dibandingkan dengan peraturan tirani yang merajalela.
Hukum di Indonesia, adalah menganut sistem hukum campuran dengan sistem hukum utama yaitu sistem eropa continental, Anglo-Saxon, adab/kebiasaan, agama. semua hukum ini menjadi bagian fundamental dalam mengarungi pelaksanaan hukum di bangsa Indonesia.
Hukum mengatur tingkahlaku, peraturan hukum ditetapkan oleh lembaga yang berwenang, penegakan aturan hukum bersifat memaksa, dan hukum memiliki sanksi. Semua ini masih belum maksimal dilaksanakan karena kekurangan moral penegakan hukum membuat masyarak yang merasakan risih dengan pelaksanaan hukum.
Bidang-bidang hukum, Hukum pidana, hukum perdata, hukum acara. Semua bidang ini menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dengan perkembangan semua ilmu karena ilmu menjadi dasar dari perkembangan hukum bangsa Indonesia.
Maka kita harus kembali, menjadikan hukum menjadi alat yang dapat membantu dengan cara penegakan yang sesuai dengan kondisi yang ada saat ini, dengan mengedepankan visi persatuan, sehingga hukum dapan menjadi alat yang menjamin dan merubah masyarakat Indonesia.


Selasa, 03 September 2019

ENTITAS YANG SATU


ENTITAS YANG SATU
Bersejarah
Dusun Bambu, Bandung, Bersejarah.
1. Kalimantan Barat, 2. Banten, 3. Galuh, 4. Tasik, 5. Sumatra (Padang), 6. Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sejarah mencatat segala peristiwa yang terjadi baik yang sudah berlangsung bahkan yang terjadi saat ini, sebagai bagian fundamental dalam memahami perkembangan umat manusia. Perkembangan adalah suatu perubahan yang terjadi pada setiap mahluk ciptaan terutama manusia. Dalam konteks historis bahwa umat manusia selalu berkembang dan maju, baik secara fisik dan pemikiran.
Fisik menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan manusia, mulai dari gen, warna kulit, rambut, mata dan tinggi badan. Menjadi bukti empirik bahwa manusia selalu berkembang, karena sudah jelas bahwa manusia akan selalu menerima perubahan baik jaman, teknologi bahkan cara bergaul menjadi cirri utama dari perbedaan yang terjadi pada kehidupan manusia.
Pemikiran menjadi tolak ukur adanya proses perkembangan yang lebih baik dan umat manusia. Manusia yang berpikir dialah yang bisa dianggap ada dimuka bumi ini, pantaslah banyak lahir generasi-generasi yang berpikir progresif pada masa Yunani, Romawi, Islam, Abasiah, Aufklarung dll. Semua pemikir yang lahir bisa kita melihat perbedaanya cara dan gaya mereka dalam proses berpikir.
Gaya menjadi pembeda yang hakiki, dari setiap diri Manusia, kadang ada yang tinggi, ada yang sedang, ada yang renda. Semua gaya memiliki ciri khas sebagai pembeda yang nyata. Kadang ada yang sinis kadang ada yang cerdik dan kadang ada yang revolusioner. Setiap insan selalu berbeda pandangan dan sudut pandang dalam melihat masalah yang akan dianalisis.
Begitulah adanya ketika kita melihat Papua, Maluku, NTT, Sulawesi, Kalimantan, NTB, Bali, Jawa, dan Sumatra. Sebagai entitas yang sama tapi memiliki perbedaan cara berpikir dan pandangan. Maka jangan herang dalam melihat isu-isu kekinian banyak orang yang berbeda pemikiran. Perbedaan adalah yang dapat menyatukan kita, kita adalah satu, satu untuk semua.


SALAM LITERASI.


Minggu, 25 Agustus 2019

Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup


Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup


Allah Swt sebagai pencipta membuat pedoman dan petunjuk, bagi umat manusia. karena Al-Qur’an sesungguhnya bacaan yang sangat muliya, Alllah Swt pertegas, bahwasannya sudah aku sempurnakan agama Islam kepadamu wahai manusia, agar kamu dapat bersukur (QS. Al-Baqaroh ayat 152). Serta Allah Swt tidak senang kepada umat yang saling membunuh, namun Allah Swt senang kepada umat yang saling tolong menolong dan membangun uhwa persatuan (QS. Al-Qasroh ayat 77).
Nabi Muhammad Saw, berpesan bahwa kutinggalkan dua pusaka bagi umat Islam yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah (Bukhari Muslim). Sebagai pedoman dan petunjuk dalam mengarungi bahtera dunia, namun tidak lupa juga kita bahwa Al-Qur’an, sebagai pentunjuk yang sudah paten dan tidak ada tawar menawar lagi. Maka kita sebagai umat Islam juga harus lebih memahami dan dapat mengimplementasikan nilai-nilai Qur’ani dalam hidup.
Perlu di ingat sebagaimana Muhammad Abduh pernah mengataka. Umat Islam tertinggal karena mereka meninggalkan agamanya, artinya bahwa kalau kita jauh dari pedoma hidup yang hakiki yaitu Al-Qur’an maka jangan heren kita akan miskin dalam ranah ekonomi, Politik dan sosial. Untuk itu perlu kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman nomor satu Umat Islam.
Dalam dinamika umat Islam kekinian, pertarungan pemahaman sehingga Umat Islam menjadi ter-kotak-kotak, inilah keingginan dunia barat membuat Umat Islam terpecah dan kemudian Umat Islam dapat mengikuti milah atau perilaku dunia Barat. Tentu Hal ini perlu kita satukan cara berpikir umat Islam dengan memperdalam Ilmu dalam memahami Al-Qur’an.
Mengutip pendapatnya Muhammad Ikbal, dalam bukunya rekonstruksi relijius, ada kritikan yang menarik bahwa Umat Islam terlalu romatis memahami sejarah umat Islam terdahulu, mengagung agungkan pengaruh dan kekuasaa Islam di masa lalu. Namun Umat Islam lupa mempersiapkan masa depannya. Terlalu banyak orang yang rasional atau pintar sehingga menganggap Islam sudah finis memahaminya. Padahal Islam juga menganjurkan adanya pintu Ijtihat atau pembaharuan dalam menjalankan sariat Islam.
Kita jangan menutup diri dengan keadaan di abad 21 ini, perlu membuka diri dan memahami Islam lebih mendalam baik secara teks maupun konteksnya, sehingga kita bisa meraih ketenangan hidup dan  hidup yang sejahtera ketika kita yakin dan percaya pada Al-Qur’an. Kiyai Ahmad Dahlan sudah mengajarkan perlu adanya purifikasi atau pemurnian ajaran Islam dan pembaharuan sehingga Islam dapat menyesuaikan diri di era refolusi Industri 4.0.
Semoga kita dapat menjadi umat terbaik yang dapat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.


Jumat, 16 Agustus 2019

Kita yang Berdiri, menegakkan, dan Mempertahankan Keberadaan Bangsa

Kita yang Berdiri, menegakkan, dan Mempertahankan Keberadaan Bangsa

Parewa
Bangsa, istilah ini sudah menjadi suatu dogma yang didoktrin untuk generasi penerus. Sampai detik ini penggunaan istilah tersebut masih mendominasi di kalangan masyarakat akademik maupun non akademik. Tumpuan generasi emas sudah sering kali mengucapkan istilah ini, akan tetapi makna dibaliknya masih belum dimengerti. Karena ketidaktahuannya mereka menjadi lupa akan jati diri yang sebenarnya tentang bangsa. Hal ini terbukti makin luasnya krisis pengetahuan masyarakat dalam menjajaki dan meretas persoalan bangsa dengan berbagai strategi terobosan.
Salah satu alasan mengapa bangsa ini harus Merdeka, karena kita tidak ingin dijajah oleh bangsa lain bahkan bangsa kita sendiri dalam satu kesatuan yang menjadi value dalam negarai Republik Indonesia. Bangsa yang bersatu merupakan jembatan yang amat sangat penting untuk mempertahankan negara dari arah serangan manapun. 
Masyarakat sebagai anggota bangsa yang ada dalam Negara Republik Indonesia pada dasarnya mengetahui kalau bangsa Indonesia adalah bangsa yang satu dengan beragam perbedaan latar belakang agama, ras, dan etnik. Secara jelas, masyarakat yang tidak memiliki sistem yang kuat sungguh sulit untuk menggapai kemerdekaan yang benar-benar nyata.
Meskidemikian, kalau definisi dan praktis suatu bangsa dapat dimengerti, dan diaplikasikan dalam konteks yang sebagaimana mestinya, sehingga akan termotivasi olehnya dengan menjadikan kita lebih semangat, kuat, dan maju, serta mampu berdikari lewat satu kata ini.
Bangsa didalamnya terdapat sekelompok manusia yg memiliki sebuah ikatan, mereka adalah yang merancang strategi terobosan dalam mengembangkan dan meningkatkan segala aspek kehidupan. Tidak sampai disitu, sekelompok manusia yang mampu meningkatkan bangsa lebih maju, mereka juga lah yang dapat mempertahankan peningkatan tersebut. Meskipun dalam mempertahankan tingkatan hasil yang sudah dicapai adalah hal yang tidak mudah, namun bukan berarti segalanya harus terlihat buntu. Karena bisa dilakukan dengan salah satu cara memanfaatkan struktur kognisi yang ada kemudian diakomodasi dan dihubungkan dengan pengetahuan yang baru kita temui sehingga ada inovasi yang dihasilkan, berbagai informasi dan fakta membuka pikiran kita menuju pada tingkatan lebih dan lebih baik dalam mempertahankan yang sudah ada.
Kendatipun cara tersebut dapat dilakukan, namun banyak cara yang bisa dilakukan lebih sebagai bentuk identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Pokok utama dalam bertindak tidak menjadikan hambatan dalam persoalan menjadi beban. Jika beban pikiran tertimbun sampai tak ada celah dalam berfikir dan beraksi, so there's nothing best happended today and future. Apa yang ada di depan mata, terus hadapi tanpa terlalu melihat yang jauh dan belum jelas adanya (peristiwa). Tapi berfikir futuristik dalam sebuah wacana diperbolehkan sebagai bentuk kesiapan kita dalam menghadapi segala benturan di masa mendatang.
Salam Merdeka 74 Tahun Dirgahayu Republik Indonesia.

Minggu, 11 Agustus 2019

Membangun Litrasi Intelektual Kader

"Membangun Litrasi Intelektual Kader" 



Literasi sebagai bahasa yang umum dibicarakan menjadi momok yang menakutkan. Sebagai jalan menuju tatanan intelektualitas yang paripurna, butuh bukti nyata dari kebiasaan lama dan membokar kebiasan baru agar tercapai tujuan organisasi.
Organisasi sebagai wadah intelektual perlu diasah seperti pedang al-Fatih. Agar dapat menebas kobodohan dan ketertinggalan. Dalam dunia intelektual perlu kebiasaan yang terus di laksanakan pada setiap diri kader.
Intelektual Kader, sebagai bagian penting yang dapat dibangun melalui proses membaca, menulis dan berbicara. Dibarengi dengan tindakan kongkrit.
Tindakan adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan kader, sebagai penerus organfital dalam menjalankan roda kepemimpinan. Karena kader adalah pemimpin masa depan yang paripurna.
Jaman edan ini dituntut untuk lebih tau diri, tau bahwa kita kurang, tau bahwa kita tertingal, tau bahwa kita jumud, tau bahwa kita minim, tau bahwa kita lemah, tau bahwa kita gagal. karena kita sadar dengan ini semua maka perlu memperbaiki roda kepemimpinan dalam organisasi apa saja dengan optimisme.
Salam Literasi.
BINDANG RISET DAN KEILMUAN
DPD IMM NTB

Senin, 01 Juli 2019

Adab Ber-sosial Media

Adab Ber-Sosial Media

Oleh : Kader

Diskusi Keilmuan

Dokumentasi selesai diskusi keilmuan.
Masalah pengunaan sosial media, marak dibicarakan oleh masyarakat sosial bahkan masyarakat mahasiswa yang mengunakan media sosial masih memiliki kekurangan keterampilan atau skill dalam menjalankanya. Maka muncul pertanyaan bagamana cara mengunakan media sosial media yang baik?

Pertanyaan ini dijawab dengan lugas bahwa bersosial media harus disadari sebagai bentuk dakwah amal makruf nahi mungkar, karena sosial media banyak hal yang bisa disampaikan baik melalui akun Facebook, Instagram, Blogger, Youtobe, Twetter, dan Whatsapp. Semua akun ini harus bisa dimanfaatkan sebagai cara bagi kita membagi informasi yang bermanfaat.

Media sosial harus menjadi alat untuk membangun diskusi dan memantau aktifitas berorganisasi. Karena kita bisa melihat aktifitas atau hubungan emosional baik melalui komentar-komentar yang bernilai positif.

Khusus kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah NTB harus dapat mengendalikan diri dalam bersosial media, dalam menanggapi semua kejadian atau masalah sosial. Dengan mengedepankan adap yang dapat menjadi cara untuk menjaga sekuriti organisasi.

Media sosial harus digunakan untuk mengembangka Skill atau kemampuan dalam melakukan tindakan dalam bersosial media. Banyak hal yang bisa dilakukan baik membangun diskusi bahkan menjadi peluang usaha bagi kader dan pemuda yang memiliki skill.

Ada pernyataan ketikan menjadi direktur atau kepala dalam dunia pemerintahan tapi kita tetap menjadi bawahan namun ketika kita memiliki usaha sekecil apapun namun kita tetap akan menjadi bos nya. untuk meraih hal itu perlu konsisten dalam bersosial media.

Jangan sampai kita menyebarkan berita Hoax secara terus menerus maka Hoax itu akan menjadi benar. Hal ini harus dapat kita hindari dalam bersosial media. Untuk itu kita harus peduli dalam membagun wacana untuk membangun pemuda tampa Hoax.

Berdasarkan hal diatas maka bersosial media sangat penting bagi kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Untuk mengembangkan diri dan membangun wacana intelektual.

Hasil diskusi malam Selasa 02 Juli 2019.

Rabu, 13 Maret 2019

55 TAHUN IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH BERKIPRAH


55 TAHUN  IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH
BERKIPRAH
IMM 55 TAHUN
IMM 55 TAHUN TEPAT SASARAN

Oleh: Faidin Parewa
Bumbu-Bumbu kehidupan, tiada tara dalam miniatur kehidupan, Sebagai organisasi, yang sudah banyak berkiprah di dalam dunia pergerakan, menjadi semacam buih yang terombang ambing dilautan,banyak cerita pahit yang sudah dilewati oleh pendiri organisasi bahkan penerus tampuk pimpinan saat ini.
Memimpin Organisasi ini, ibarat tumpahan benih yang belum pasti tumbuh kembangnya, bagaimana dan seperti apa?, perkembnganya belum bisa dipastikan, namun ditangan para kader handal akan tercipta dan lahir buah yang dapat dipetik dan dinikmati. Tentunya ada pada tangan pengerak yaitu kader.
Kader, seyogyanya menjadi moto pengerak disetiap lini, karena terciptanya insan yang hakiki, dikarenakan ditempa oleh ombak yang sangat besar sehingga membuat kader terombang ambing, namun kader yang dapat melewati ombak tersebut, akan dapat menikmati hasil kerja keras dan kegigihanya selama dia konsisten.
Konsisten, merupakan jiwa idealisme, yang harus dimiliki oleh setiap kader Ikatan yang menjalankan roda organisasi. Karena umur ke 55 tahun ini adalah bukti yang Nampak bahwa Ikatan memeiliki kekuatan, untuk mempertahankan organisasi, dalam lika-liku kehidupan yang dilalkui oleh Ikatan.
Ikatan, menjadi bukti kesolitan kader, yang sampai kini, belum bisa di tumbangkan, walau pada beberapa tahun yang lalu ada dualisme kepemimpinan namun dapat diretas oleh ikatan yang sudah mendarah daging di setiap kader yang ada di Indonesia bahkan di negara lain yang ada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
Bukti ini, menjadi dasar bahwa kader memiliki rasa persatuan yang tumbuh dalam miniatur Ikatan. hari ini banyak ucapan selamat yang dilontarkan oleh kader, organisasi pergerakan, masyarakat, pejabat pemerintahan, kepada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Tentu ucapan ini merupakan musibah baru untuk Ikatan yang harus direfleksi secara bersama.
Kebersamaan dalam meretas masalah yang baru ini, perlu kiranya ikatan memperhatikan masyarkat milenial yang sudah meleh terhadap teknologi, hanya saja kemapuan untuk memahami teknologi ini masih sangat minim. Karena hanya dapat mengunakan namun kapan kita di Ikatan ini dapat menghasilkan prodak baru ini masih dalam tanda Tanya?....., yang harus dijawab oleh setiap kader.
Apalagi saat ini, kita menghadapi Refolusi industri 4.0 yang lagi buming dibicarakan baik dalam dunia industri bahkan dunia pendidikan. Tentunya keadaan ini lagi-lagi memiliki masalah karepemahaman kita masih sebatas definisi. Belum mampu menghasilkan Industri terkini dalam ikatan. Apalagi ada kader-kader yang memahami teknoligi belum mampu dirangkul.
Solusi untuk ini, seharusnya kita yang menjadi Kader Ikatan harus mampu memanfaatkan momen ini, sebagai cara kita untuk melambung tinggi di era-refolusi Ini. Memalui pemanfaatan kader-kader handal yang memiliki kreativitas di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
Selamat Milat, Walau negri ini masih memiliki PR Besar, Maka bantulah dengan keihlasan-mu dalam berlomba-lomba dalam kebaikan demi terciptanya umat yang memiliki ahlak baik.
Umur adalah Beban, kurangi bebanmu dengan semangat untuk beribadah bukan mengharapkan pujian, Sanjugan dari banyak orang Cukup Tuhan yang tau dan yang memberikan Semua itu.
Salam Pergerakan, pergerakanmu saat ini harus lebih masif agar tidak ada koruptor yang berkeliaran lagi dengan mengontrol secara konsisten dalam bingkai idealimemu.
Tetap Merah dalam Ikatan, merahmu adalah darah daging yang mengikat setiap simpu-simpu yang memisahkan daerah atau wilayah dan kepemimpinan tikat komisariat, Cabang, Pimpinan Daerah, dan Pimpinan Pusat dalam Ikatan.  


Waassalam.

Jumat, 08 Maret 2019

Lembo Ade

Lembo Ade

LEMBO ADE
SETAPAK

Bahasa lembo ade dalam ranah sejarah, merupakan cerminan pendewasaan diri, karena bahasa ini dalam kebudayaan Mbojo ialah bentuk rasa iba, rasa sayang, rasa cinta, bahkan kasih dan sayang. Memberikan suatu stimulus, bahwa ternyata masyarakat Mbojo memiliki sesuatu keunikan, yang tentu tidak dimiliki oleh daerah lain, ternyata Mbojo merupakan daerah terunik di seantero Nusantara.

Jejak sejarah Mbojo, sudah menjadi konten yang dapat dimaknai oleh setiap masyarakat, sehingga melahirkan suatu budaya yang sangat unik, karena sejarah mengajarkan sebuah konteks nyata yang dapat memberikan motivasi menyeluruh terhadap masyarakat. Untuk itu perlu kiranya masyarakat Mbojo mengajarkan secara terus menerus bagi masyarakatnya tentang nilai yang ada ditanah Babuju.

Sejarah sangat penting untuk menentukan masa depan masyarakat.

Salam Membaca..!     

Selasa, 01 Januari 2019

Membokar Kejahatan Kader diajang Musdya IMM NTB

Membokar Kejahatan Kader diajang Musdya IMM NTB

Parewa


Oleh : Faidin M.Pd



Keadaan memberikan gambaran berharga kondisi sosial masyarakat di lingkungan berbangsa. Bangsa adalah sekumpulan orang yang sadar atas kepentingan bersama dalam mencapai cita-cita bersama, tanpa menyelewengkan hak persatuan. Satu arah perjuangan untuk menjaga dan melindungi saudara, daerah dan tekat bersama-sama dalam merdeka. Merdeka bukan semata-mata bebas akan tetapi merdeka berdiri pada sandaran kesatuan.

Cinta merupakan masa kasih dan sayang, yang harus tercipta dalam sanubari sertia generasi, karena penyatuan kesadaran menjadi kunci lahirnya kekuatan. Kuat ialah kunci dalam berjuang baik secara fisik maupun dalam berpikir. Pikiran harus melampaui gunung semeru, walau belum menginjakkan kaki namun dari membayangkan akan melahirkan cara berikir untuk menyatukan masyarakat dalam perbedaan.

Perbedaan bukan menjadi persoalan, hari ini perbedaan akan menjadi alat pemersatu setiap bangsa yang berbeda mulai dari sabang sampai merauke, berjajaran pulau, suku, bahasa, dan agama. Keadaan ini menjadikan pertemuan yang takterbatas. Batas bukanlah tanda merah, putih, hijau dan hitam tapi perbatasan adalah penyatuh akan perbedaan yang ada dari setiap wilayah yang berbeda.

Wilayah adalah tempat tumbuh dan berkembangya karakter generasi bangsa, karakter ditempa dalam komunitas masyarakat, baik keluarga dan terutama masyarakat. Masyarakat adalah sekumpulan orang yang memiliki nasip berbeda yang selalu berkomunikasi untuk menyambung tali persaudaraan. Persaudaraan tidak mengenal batas ruang dan waktu. Karena saudara adalah senasip dan sepenangungan.

Memikul beban secara bersama, ibarat kapal laut yang membutuhkan nahkoda dan kelengkapan baik mesin dan fisik dari kapal laut yang harus seimbang agar dapat melewati lautan teduh yang penuh dengan ombak gemuruh, agin yang meniup arus jalan yang dikehendaki. Sehingga para nahkoda dapat mengarahkan arah yang dituju.

Tujuan bukanlah akhir dari perjuangan namun tujuan adalah langkah pasti dari bukti yang ditorehkan dalam berjuang pada masa kini, yang akan melahirkan bentuk perjuangan dimasa depan.   
Editor : Ajis Tanjung

Selasa, 20 November 2018

Wajah Muhammadiyah


Wajah Muhammadiyah

Sekolah Muhmmadiyah memiliki keunikan tersendiri  mulai dari tingkat taman kanak-kanak, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. Muhammadiyah dengan jalur pendidikan melakukan suatu formula pencerdasan dan pencerahan. Untuk menyiapkan generasi Bangsa dari sabang sampai merauke, dengan harapan terbentuknya genari yang sebenar-benarnya.
Generasi didikan Muhammadiyah yang diharapkan ialah yang tidak mudah goyah oleh tamparan anggin topan, anggin sebagai sahabat untuk menikmati ilmu pengetahuan, ilmu merupakan pintu jalan untuk meraih segala tujuan hidup. Kehidupan akan menjadi nikmat makalah yang diingginkan dapat diraih, untuk meraih itu perlu kerja keras tampa pamrih.
Kerja nyata Muhammadiyah yang dapat dilihat oleh generasi saat ini adalah banyaknya lahir cendekia-cendekia Muhammadiyah yang menjadi pelopor bangsa. Pelopor ialah menjadi teladan bagi generasi sekarang. Generasi tersebut sudah tidak bisa dihitung oleh jari jemari, karena sudah banyaknya gerasi yang dilahirkan.
Lahirnya generasi tersebut bukan tampa sebab, tapi sudah menjadi kenyataan dari hasil perjuangan KH Ahmad Dahlan se-Abad yang lalu. Pada saat itu dialah peletak fondasi dasar Muhammadiyah. Sehingga dasar tersebut semakin kokoh dan kuat, kekuatan itu sangat nampak pada lingkungan masyarakat Indonesia.
Indonesia sebagai Negara sangat dihormati dan dijunjung oleh muhammadiyah, karena Muhammadiah selalu tunduk pada ketetapan Negara Indonesia. Negara ini pantas dihargai dan dibantu oleh Muhammadiyah. Bantuan itu ialah mencerdaskan kehidupan bangsa, serat ikut mempersatukan bangsa. Persatuan adalah tolak ukur dari rasa cinta terhadap bangsa.
Bangsa merupakan kumpalan masyarakat yang berbeda namun bernasip sama itulah Indonesia. nasip ini sudah dilewati pula oleh generasi awal Muhammadiyah, yang berjuang tampa takut tertumpahnya darah, karena darah mereka sudah menjadi satu dalam warna bendera. Rasa sehati dan sepenanggungan inilah yang melekat pada generasi awal.
Awal adalah suatu titik terang yang menentukan kedepannya, masa depan itu akan tercerahkan dengan adanya satu langkah pertama. Langkah ini menjadikan Muhammadiyah tetap teguh. Keteguhan itu sudah terpatri pada hati mereka. Hati menjadi baik karena dasar yang baik pula, begitulah adanya Muhammadiyah yang sudah tidak takut makan garam.
Garam diibaratkan sebagai kepahitan generasi awal Muhammadiyah yang dalam proses mendirikan banyak pertentangan yang terjadi mulai dari pemahaman keagamaan, pendidikan, sosial dan dakwah.  Banyak orang yang tidak menyukai, menyebabkan pendiri Muhammadiyah terusik oleh lingkungan, akan tetapi itu bukan menjadi soal karena pertentangan tersebut sudah dilewati semua oleh generasi awal Muhammadiyah.
Muhammadiyah yang kita kenal sekarang adalah Muhammadiyah yang tidak pernah berbeda secara Ideologi, ideologi murupakan ide atau gagasan, Muhammadiyah secara Ideologi memiliki Visi yang sistematis demi kemajuan bangsa. Kemajuan itu akan terlihat ketika tindakan nyata terus dikumandangkan demi bangsa tercinta.
Cinta Muhammadiyah terhadap bangsa Indonesia, terbukti dengan perjuangan-perjuangan generasi Muhammadiyah dalam mengaharumkan nama Indonesia terutama dalam Dunia Internasional, Prestasi-prestasi tersebut menjadi torehan yang sangat berharga, sehingga sangat sulit dilupakan oleh bangsa Indonesia.
Indonesia adalah Mitra sekaligus batang tubuh yang harus dijaga oleh Muhammadiyah, menjaga berarti memelihara terutama ketertiban dalam ranah sosial. Tindakan sosial yang sudah dibangun Muhammadiyah yang paling utama membantu masyarakat terutama yang tidak mampu dalam hal ini anak yatim, yatim piatu, dengan mendirikan panti asuhan, sebagai sarana untuk mendidik.
Mendidik gerasi Bangsa adalah cita-cita besar Muhammadiyah, karena mendidik adalah pekerjaan yang sangat mulia, mulia dimata tuhan dan mulia dimata manusia. Itulah cita-cita yang selalu dijunjung tinggi oleh Muhammadiyah.
Salam History.

  


28/032025

 28/03/2025 Pengalaman hidup yang kurasakan tentunya banyak keajaiban yang terjadi yang aku tidak sangka-sangka mulai datang dan menghampiri...