The aim of this blogger is to write about Indonesian history from animism and dynamism, Hindu-Buddhist times, times of Islam, colonialism, modern times and contemporary history.
Jumat, 04 Oktober 2019
Rabu, 11 September 2019
Hukum dalam Bingkai Ke-Indonesiaan
Hukum dalam Bingkai Ke-Indonesiaan
Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan, baik politik, ekonomi, dan masyarakat. Filsuf Aristoteles yang sangat terkenal sampai saat ini menyatakan hukum adalah sebuah supremasi hukum akan jauh lebih baik daripada dibandingkan dengan peraturan tirani yang merajalela.
Hukum di Indonesia, adalah menganut sistem hukum campuran dengan sistem hukum utama yaitu sistem eropa continental, Anglo-Saxon, adab/kebiasaan, agama. semua hukum ini menjadi bagian fundamental dalam mengarungi pelaksanaan hukum di bangsa Indonesia.
Hukum mengatur tingkahlaku, peraturan hukum ditetapkan oleh lembaga yang berwenang, penegakan aturan hukum bersifat memaksa, dan hukum memiliki sanksi. Semua ini masih belum maksimal dilaksanakan karena kekurangan moral penegakan hukum membuat masyarak yang merasakan risih dengan pelaksanaan hukum.
Bidang-bidang hukum, Hukum pidana, hukum perdata, hukum acara. Semua bidang ini menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dengan perkembangan semua ilmu karena ilmu menjadi dasar dari perkembangan hukum bangsa Indonesia.
Maka kita harus kembali, menjadikan hukum menjadi alat yang dapat membantu dengan cara penegakan yang sesuai dengan kondisi yang ada saat ini, dengan mengedepankan visi persatuan, sehingga hukum dapan menjadi alat yang menjamin dan merubah masyarakat Indonesia.
Selasa, 03 September 2019
ENTITAS YANG SATU
ENTITAS YANG SATU
![]() |
| Dusun Bambu, Bandung, Bersejarah. |
1. Kalimantan Barat, 2. Banten, 3. Galuh, 4. Tasik, 5. Sumatra (Padang), 6. Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sejarah mencatat segala peristiwa yang terjadi baik yang sudah berlangsung bahkan yang terjadi saat ini, sebagai bagian fundamental dalam memahami perkembangan umat manusia. Perkembangan adalah suatu perubahan yang terjadi pada setiap mahluk ciptaan terutama manusia. Dalam konteks historis bahwa umat manusia selalu berkembang dan maju, baik secara fisik dan pemikiran.
Fisik menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan manusia, mulai dari gen, warna kulit, rambut, mata dan tinggi badan. Menjadi bukti empirik bahwa manusia selalu berkembang, karena sudah jelas bahwa manusia akan selalu menerima perubahan baik jaman, teknologi bahkan cara bergaul menjadi cirri utama dari perbedaan yang terjadi pada kehidupan manusia.
Pemikiran menjadi tolak ukur adanya proses perkembangan yang lebih baik dan umat manusia. Manusia yang berpikir dialah yang bisa dianggap ada dimuka bumi ini, pantaslah banyak lahir generasi-generasi yang berpikir progresif pada masa Yunani, Romawi, Islam, Abasiah, Aufklarung dll. Semua pemikir yang lahir bisa kita melihat perbedaanya cara dan gaya mereka dalam proses berpikir.
Gaya menjadi pembeda yang hakiki, dari setiap diri Manusia, kadang ada yang tinggi, ada yang sedang, ada yang renda. Semua gaya memiliki ciri khas sebagai pembeda yang nyata. Kadang ada yang sinis kadang ada yang cerdik dan kadang ada yang revolusioner. Setiap insan selalu berbeda pandangan dan sudut pandang dalam melihat masalah yang akan dianalisis.
Begitulah adanya ketika kita melihat Papua, Maluku, NTT, Sulawesi, Kalimantan, NTB, Bali, Jawa, dan Sumatra. Sebagai entitas yang sama tapi memiliki perbedaan cara berpikir dan pandangan. Maka jangan herang dalam melihat isu-isu kekinian banyak orang yang berbeda pemikiran. Perbedaan adalah yang dapat menyatukan kita, kita adalah satu, satu untuk semua.
SALAM LITERASI.
Minggu, 25 Agustus 2019
Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup
Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup
Allah Swt sebagai pencipta membuat
pedoman dan petunjuk, bagi umat manusia. karena Al-Qur’an sesungguhnya bacaan yang
sangat muliya, Alllah Swt pertegas, bahwasannya sudah aku sempurnakan agama Islam
kepadamu wahai manusia, agar kamu dapat bersukur (QS. Al-Baqaroh ayat 152). Serta Allah Swt tidak senang kepada umat
yang saling membunuh, namun Allah Swt senang kepada umat yang saling tolong
menolong dan membangun uhwa persatuan (QS. Al-Qasroh ayat 77).
Nabi Muhammad Saw, berpesan bahwa kutinggalkan
dua pusaka bagi umat Islam yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah (Bukhari Muslim). Sebagai pedoman dan
petunjuk dalam mengarungi bahtera dunia, namun tidak lupa
juga kita bahwa Al-Qur’an, sebagai pentunjuk yang sudah paten dan tidak ada
tawar menawar lagi. Maka kita sebagai umat Islam juga harus lebih memahami dan dapat
mengimplementasikan nilai-nilai Qur’ani dalam hidup.
Perlu di ingat sebagaimana
Muhammad Abduh pernah mengataka. Umat Islam tertinggal karena mereka
meninggalkan agamanya, artinya bahwa kalau kita jauh dari pedoma hidup yang
hakiki yaitu Al-Qur’an maka jangan heren kita akan miskin dalam ranah ekonomi, Politik
dan sosial. Untuk itu perlu kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman nomor satu
Umat Islam.
Dalam dinamika umat Islam
kekinian, pertarungan pemahaman sehingga Umat Islam menjadi ter-kotak-kotak, inilah
keingginan dunia barat membuat Umat Islam terpecah dan kemudian Umat Islam
dapat mengikuti milah atau perilaku dunia Barat. Tentu Hal ini perlu kita satukan
cara berpikir umat Islam dengan memperdalam Ilmu dalam memahami Al-Qur’an.
Mengutip pendapatnya Muhammad
Ikbal, dalam bukunya rekonstruksi relijius, ada kritikan yang menarik bahwa Umat
Islam terlalu romatis memahami sejarah umat Islam terdahulu, mengagung agungkan
pengaruh dan kekuasaa Islam di masa lalu. Namun Umat Islam lupa mempersiapkan masa depannya.
Terlalu banyak orang yang rasional atau pintar sehingga menganggap Islam sudah
finis memahaminya. Padahal Islam juga menganjurkan adanya pintu Ijtihat atau
pembaharuan dalam menjalankan sariat Islam.
Kita jangan menutup diri
dengan keadaan di abad 21 ini, perlu membuka diri dan memahami Islam lebih
mendalam baik secara teks maupun konteksnya, sehingga kita bisa meraih ketenangan
hidup dan hidup yang sejahtera ketika kita yakin dan percaya pada Al-Qur’an.
Kiyai Ahmad Dahlan sudah mengajarkan perlu adanya purifikasi atau pemurnian
ajaran Islam dan pembaharuan sehingga Islam dapat menyesuaikan diri di era refolusi Industri
4.0.
Semoga kita dapat menjadi
umat terbaik yang dapat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Jumat, 16 Agustus 2019
Kita yang Berdiri, menegakkan, dan Mempertahankan Keberadaan Bangsa
Kita yang Berdiri, menegakkan, dan Mempertahankan Keberadaan Bangsa
Parewa
Bangsa, istilah ini sudah menjadi suatu dogma yang didoktrin untuk generasi penerus. Sampai detik ini penggunaan istilah tersebut masih mendominasi di kalangan masyarakat akademik maupun non akademik. Tumpuan generasi emas sudah sering kali mengucapkan istilah ini, akan tetapi makna dibaliknya masih belum dimengerti. Karena ketidaktahuannya mereka menjadi lupa akan jati diri yang sebenarnya tentang bangsa. Hal ini terbukti makin luasnya krisis pengetahuan masyarakat dalam menjajaki dan meretas persoalan bangsa dengan berbagai strategi terobosan.
Salah satu alasan mengapa bangsa ini harus Merdeka, karena kita tidak ingin dijajah oleh bangsa lain bahkan bangsa kita sendiri dalam satu kesatuan yang menjadi value dalam negarai Republik Indonesia. Bangsa yang bersatu merupakan jembatan yang amat sangat penting untuk mempertahankan negara dari arah serangan manapun.
Masyarakat sebagai anggota bangsa yang ada dalam Negara Republik Indonesia pada dasarnya mengetahui kalau bangsa Indonesia adalah bangsa yang satu dengan beragam perbedaan latar belakang agama, ras, dan etnik. Secara jelas, masyarakat yang tidak memiliki sistem yang kuat sungguh sulit untuk menggapai kemerdekaan yang benar-benar nyata.
Meskidemikian, kalau definisi dan praktis suatu bangsa dapat dimengerti, dan diaplikasikan dalam konteks yang sebagaimana mestinya, sehingga akan termotivasi olehnya dengan menjadikan kita lebih semangat, kuat, dan maju, serta mampu berdikari lewat satu kata ini.
Bangsa didalamnya terdapat sekelompok manusia yg memiliki sebuah ikatan, mereka adalah yang merancang strategi terobosan dalam mengembangkan dan meningkatkan segala aspek kehidupan. Tidak sampai disitu, sekelompok manusia yang mampu meningkatkan bangsa lebih maju, mereka juga lah yang dapat mempertahankan peningkatan tersebut. Meskipun dalam mempertahankan tingkatan hasil yang sudah dicapai adalah hal yang tidak mudah, namun bukan berarti segalanya harus terlihat buntu. Karena bisa dilakukan dengan salah satu cara memanfaatkan struktur kognisi yang ada kemudian diakomodasi dan dihubungkan dengan pengetahuan yang baru kita temui sehingga ada inovasi yang dihasilkan, berbagai informasi dan fakta membuka pikiran kita menuju pada tingkatan lebih dan lebih baik dalam mempertahankan yang sudah ada.
Kendatipun cara tersebut dapat dilakukan, namun banyak cara yang bisa dilakukan lebih sebagai bentuk identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Pokok utama dalam bertindak tidak menjadikan hambatan dalam persoalan menjadi beban. Jika beban pikiran tertimbun sampai tak ada celah dalam berfikir dan beraksi, so there's nothing best happended today and future. Apa yang ada di depan mata, terus hadapi tanpa terlalu melihat yang jauh dan belum jelas adanya (peristiwa). Tapi berfikir futuristik dalam sebuah wacana diperbolehkan sebagai bentuk kesiapan kita dalam menghadapi segala benturan di masa mendatang.
Salam Merdeka 74 Tahun Dirgahayu Republik Indonesia.
Minggu, 11 Agustus 2019
Membangun Litrasi Intelektual Kader
"Membangun Litrasi Intelektual Kader"
Literasi sebagai bahasa yang umum dibicarakan menjadi momok yang menakutkan. Sebagai jalan menuju tatanan intelektualitas yang paripurna, butuh bukti nyata dari kebiasaan lama dan membokar kebiasan baru agar tercapai tujuan organisasi.
Organisasi sebagai wadah intelektual perlu diasah seperti pedang al-Fatih. Agar dapat menebas kobodohan dan ketertinggalan. Dalam dunia intelektual perlu kebiasaan yang terus di laksanakan pada setiap diri kader.
Intelektual Kader, sebagai bagian penting yang dapat dibangun melalui proses membaca, menulis dan berbicara. Dibarengi dengan tindakan kongkrit.
Tindakan adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan kader, sebagai penerus organfital dalam menjalankan roda kepemimpinan. Karena kader adalah pemimpin masa depan yang paripurna.
Jaman edan ini dituntut untuk lebih tau diri, tau bahwa kita kurang, tau bahwa kita tertingal, tau bahwa kita jumud, tau bahwa kita minim, tau bahwa kita lemah, tau bahwa kita gagal. karena kita sadar dengan ini semua maka perlu memperbaiki roda kepemimpinan dalam organisasi apa saja dengan optimisme.
Salam Literasi.Jaman edan ini dituntut untuk lebih tau diri, tau bahwa kita kurang, tau bahwa kita tertingal, tau bahwa kita jumud, tau bahwa kita minim, tau bahwa kita lemah, tau bahwa kita gagal. karena kita sadar dengan ini semua maka perlu memperbaiki roda kepemimpinan dalam organisasi apa saja dengan optimisme.
BINDANG RISET DAN KEILMUAN
DPD IMM NTB
Senin, 01 Juli 2019
Adab Ber-sosial Media
Adab Ber-Sosial Media
Oleh : Kader
![]() |
| Diskusi Keilmuan |
![]() |
| Dokumentasi selesai diskusi keilmuan. |
Masalah pengunaan sosial media, marak dibicarakan oleh masyarakat sosial bahkan masyarakat mahasiswa yang mengunakan media sosial masih memiliki kekurangan keterampilan atau skill dalam menjalankanya. Maka muncul pertanyaan bagamana cara mengunakan media sosial media yang baik?
Pertanyaan ini dijawab dengan lugas bahwa bersosial media harus disadari sebagai bentuk dakwah amal makruf nahi mungkar, karena sosial media banyak hal yang bisa disampaikan baik melalui akun Facebook, Instagram, Blogger, Youtobe, Twetter, dan Whatsapp. Semua akun ini harus bisa dimanfaatkan sebagai cara bagi kita membagi informasi yang bermanfaat.
Media sosial harus menjadi alat untuk membangun diskusi dan memantau aktifitas berorganisasi. Karena kita bisa melihat aktifitas atau hubungan emosional baik melalui komentar-komentar yang bernilai positif.
Khusus kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah NTB harus dapat mengendalikan diri dalam bersosial media, dalam menanggapi semua kejadian atau masalah sosial. Dengan mengedepankan adap yang dapat menjadi cara untuk menjaga sekuriti organisasi.
Media sosial harus digunakan untuk mengembangka Skill atau kemampuan dalam melakukan tindakan dalam bersosial media. Banyak hal yang bisa dilakukan baik membangun diskusi bahkan menjadi peluang usaha bagi kader dan pemuda yang memiliki skill.
Ada pernyataan ketikan menjadi direktur atau kepala dalam dunia pemerintahan tapi kita tetap menjadi bawahan namun ketika kita memiliki usaha sekecil apapun namun kita tetap akan menjadi bos nya. untuk meraih hal itu perlu konsisten dalam bersosial media.
Jangan sampai kita menyebarkan berita Hoax secara terus menerus maka Hoax itu akan menjadi benar. Hal ini harus dapat kita hindari dalam bersosial media. Untuk itu kita harus peduli dalam membagun wacana untuk membangun pemuda tampa Hoax.
Berdasarkan hal diatas maka bersosial media sangat penting bagi kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Untuk mengembangkan diri dan membangun wacana intelektual.
Rabu, 13 Maret 2019
55 TAHUN IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH BERKIPRAH
55
TAHUN IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH
BERKIPRAH
![]() ![]() |
| IMM 55 TAHUN TEPAT SASARAN |
Oleh:
Faidin Parewa
Bumbu-Bumbu
kehidupan, tiada tara dalam miniatur kehidupan, Sebagai organisasi, yang sudah
banyak berkiprah di dalam dunia pergerakan, menjadi semacam buih yang terombang
ambing dilautan,banyak cerita pahit yang sudah dilewati oleh pendiri organisasi
bahkan penerus tampuk pimpinan saat ini.
Memimpin
Organisasi ini, ibarat tumpahan benih yang belum pasti tumbuh kembangnya,
bagaimana dan seperti apa?, perkembnganya belum bisa dipastikan, namun ditangan
para kader handal akan tercipta dan lahir buah yang dapat dipetik dan
dinikmati. Tentunya ada pada tangan pengerak yaitu kader.
Kader,
seyogyanya menjadi moto pengerak disetiap lini, karena terciptanya insan yang
hakiki, dikarenakan ditempa oleh ombak yang sangat besar sehingga membuat kader
terombang ambing, namun kader yang dapat melewati ombak tersebut, akan dapat
menikmati hasil kerja keras dan kegigihanya selama dia konsisten.
Konsisten,
merupakan jiwa idealisme, yang harus dimiliki oleh setiap kader Ikatan yang
menjalankan roda organisasi. Karena umur ke 55 tahun ini adalah bukti yang
Nampak bahwa Ikatan memeiliki kekuatan, untuk mempertahankan organisasi, dalam
lika-liku kehidupan yang dilalkui oleh Ikatan.
Ikatan,
menjadi bukti kesolitan kader, yang sampai kini, belum bisa di tumbangkan, walau
pada beberapa tahun yang lalu ada dualisme kepemimpinan namun dapat diretas
oleh ikatan yang sudah mendarah daging di setiap kader yang ada di Indonesia
bahkan di negara lain yang ada Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
Bukti
ini, menjadi dasar bahwa kader memiliki rasa persatuan yang tumbuh dalam
miniatur Ikatan. hari ini banyak ucapan selamat yang dilontarkan oleh kader,
organisasi pergerakan, masyarakat, pejabat pemerintahan, kepada Ikatan Mahasiswa
Muhammadiyah. Tentu ucapan ini merupakan musibah baru untuk Ikatan yang harus
direfleksi secara bersama.
Kebersamaan
dalam meretas masalah yang baru ini, perlu kiranya ikatan memperhatikan
masyarkat milenial yang sudah meleh terhadap teknologi, hanya saja kemapuan
untuk memahami teknologi ini masih sangat minim. Karena hanya dapat mengunakan
namun kapan kita di Ikatan ini dapat menghasilkan prodak baru ini masih dalam
tanda Tanya?....., yang harus dijawab oleh setiap kader.
Apalagi
saat ini, kita menghadapi Refolusi industri 4.0 yang lagi buming dibicarakan
baik dalam dunia industri bahkan dunia pendidikan. Tentunya keadaan ini
lagi-lagi memiliki masalah karepemahaman kita masih sebatas definisi. Belum
mampu menghasilkan Industri terkini dalam ikatan. Apalagi ada kader-kader yang
memahami teknoligi belum mampu dirangkul.
Solusi
untuk ini, seharusnya kita yang menjadi Kader Ikatan harus mampu memanfaatkan
momen ini, sebagai cara kita untuk melambung tinggi di era-refolusi Ini.
Memalui pemanfaatan kader-kader handal yang memiliki kreativitas di Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah.
Selamat
Milat, Walau negri ini masih memiliki PR Besar, Maka bantulah dengan keihlasan-mu
dalam berlomba-lomba dalam kebaikan demi terciptanya umat yang memiliki ahlak baik.
Umur
adalah Beban, kurangi bebanmu dengan semangat untuk beribadah bukan
mengharapkan pujian, Sanjugan dari banyak orang Cukup Tuhan yang tau dan yang
memberikan Semua itu.
Salam
Pergerakan, pergerakanmu saat ini harus lebih masif agar tidak ada koruptor
yang berkeliaran lagi dengan mengontrol secara konsisten dalam bingkai
idealimemu.
Tetap
Merah dalam Ikatan, merahmu adalah darah daging yang mengikat setiap
simpu-simpu yang memisahkan daerah atau wilayah dan kepemimpinan tikat
komisariat, Cabang, Pimpinan Daerah, dan Pimpinan Pusat dalam Ikatan.
Waassalam.
Jumat, 08 Maret 2019
Lembo Ade
Lembo Ade
Sejarah sangat penting untuk menentukan masa depan masyarakat.
Salam Membaca..!
![]() |
| SETAPAK |
Bahasa lembo ade dalam ranah sejarah, merupakan cerminan pendewasaan diri, karena bahasa ini dalam kebudayaan Mbojo ialah bentuk rasa iba, rasa sayang, rasa cinta, bahkan kasih dan sayang. Memberikan suatu stimulus, bahwa ternyata masyarakat Mbojo memiliki sesuatu keunikan, yang tentu tidak dimiliki oleh daerah lain, ternyata Mbojo merupakan daerah terunik di seantero Nusantara.
Jejak sejarah Mbojo, sudah menjadi konten yang dapat dimaknai oleh setiap masyarakat, sehingga melahirkan suatu budaya yang sangat unik, karena sejarah mengajarkan sebuah konteks nyata yang dapat memberikan motivasi menyeluruh terhadap masyarakat. Untuk itu perlu kiranya masyarakat Mbojo mengajarkan secara terus menerus bagi masyarakatnya tentang nilai yang ada ditanah Babuju.
Sejarah sangat penting untuk menentukan masa depan masyarakat.
Salam Membaca..!
Selasa, 01 Januari 2019
Membokar Kejahatan Kader diajang Musdya IMM NTB
Membokar Kejahatan
Kader diajang Musdya IMM NTB
Oleh : Faidin
M.Pd
Keadaan memberikan gambaran berharga
kondisi sosial masyarakat di lingkungan berbangsa. Bangsa adalah sekumpulan
orang yang sadar atas kepentingan bersama dalam mencapai cita-cita bersama, tanpa
menyelewengkan hak persatuan. Satu arah perjuangan untuk menjaga dan melindungi
saudara, daerah dan tekat bersama-sama dalam merdeka. Merdeka bukan semata-mata
bebas akan tetapi merdeka berdiri pada sandaran kesatuan.
Cinta merupakan masa kasih dan sayang,
yang harus tercipta dalam sanubari sertia generasi, karena penyatuan kesadaran
menjadi kunci lahirnya kekuatan. Kuat ialah kunci dalam berjuang baik secara
fisik maupun dalam berpikir. Pikiran harus melampaui gunung semeru, walau belum
menginjakkan kaki namun dari membayangkan akan melahirkan cara berikir untuk menyatukan
masyarakat dalam perbedaan.
Perbedaan bukan menjadi persoalan, hari
ini perbedaan akan menjadi alat pemersatu setiap bangsa yang berbeda mulai dari
sabang sampai merauke, berjajaran pulau, suku, bahasa, dan agama. Keadaan ini
menjadikan pertemuan yang takterbatas. Batas bukanlah tanda merah, putih, hijau
dan hitam tapi perbatasan adalah penyatuh akan perbedaan yang ada dari setiap
wilayah yang berbeda.
Wilayah adalah tempat tumbuh dan
berkembangya karakter generasi bangsa, karakter ditempa dalam komunitas
masyarakat, baik keluarga dan terutama masyarakat. Masyarakat adalah sekumpulan
orang yang memiliki nasip berbeda yang selalu berkomunikasi untuk menyambung
tali persaudaraan. Persaudaraan tidak mengenal batas ruang dan waktu. Karena saudara
adalah senasip dan sepenangungan.
Memikul beban secara bersama, ibarat
kapal laut yang membutuhkan nahkoda dan kelengkapan baik mesin dan fisik dari
kapal laut yang harus seimbang agar dapat melewati lautan teduh yang penuh
dengan ombak gemuruh, agin yang meniup arus jalan yang dikehendaki. Sehingga
para nahkoda dapat mengarahkan arah yang dituju.
Tujuan bukanlah akhir dari perjuangan
namun tujuan adalah langkah pasti dari bukti yang ditorehkan dalam berjuang
pada masa kini, yang akan melahirkan bentuk perjuangan dimasa depan.
Editor : Ajis Tanjung
Editor : Ajis Tanjung
Selasa, 20 November 2018
Wajah Muhammadiyah
Sekolah Muhmmadiyah memiliki keunikan tersendiri mulai dari tingkat taman kanak-kanak, SD, SMP,
SMA, dan Perguruan Tinggi. Muhammadiyah dengan jalur pendidikan melakukan suatu
formula pencerdasan dan pencerahan. Untuk menyiapkan generasi Bangsa dari
sabang sampai merauke, dengan harapan terbentuknya genari yang
sebenar-benarnya.
Generasi
didikan Muhammadiyah yang diharapkan ialah yang tidak mudah goyah oleh tamparan
anggin topan, anggin sebagai sahabat untuk menikmati ilmu pengetahuan, ilmu
merupakan pintu jalan untuk meraih segala tujuan hidup. Kehidupan akan menjadi
nikmat makalah yang diingginkan dapat diraih, untuk meraih itu perlu kerja
keras tampa pamrih.
Kerja
nyata Muhammadiyah yang dapat dilihat oleh generasi saat ini adalah banyaknya
lahir cendekia-cendekia Muhammadiyah yang menjadi pelopor bangsa. Pelopor ialah
menjadi teladan bagi generasi sekarang. Generasi tersebut sudah tidak bisa
dihitung oleh jari jemari, karena sudah banyaknya gerasi yang dilahirkan.
Lahirnya
generasi tersebut bukan tampa sebab, tapi sudah menjadi kenyataan dari hasil
perjuangan KH Ahmad Dahlan se-Abad yang lalu. Pada saat itu dialah peletak
fondasi dasar Muhammadiyah. Sehingga dasar tersebut semakin kokoh dan kuat,
kekuatan itu sangat nampak pada lingkungan masyarakat Indonesia.
Indonesia
sebagai Negara sangat dihormati dan dijunjung oleh muhammadiyah, karena
Muhammadiah selalu tunduk pada ketetapan Negara Indonesia. Negara ini pantas
dihargai dan dibantu oleh Muhammadiyah. Bantuan itu ialah mencerdaskan
kehidupan bangsa, serat ikut mempersatukan bangsa. Persatuan adalah tolak ukur
dari rasa cinta terhadap bangsa.
Bangsa
merupakan kumpalan masyarakat yang berbeda namun bernasip sama itulah
Indonesia. nasip ini sudah dilewati pula oleh generasi awal Muhammadiyah, yang
berjuang tampa takut tertumpahnya darah, karena darah mereka sudah menjadi satu
dalam warna bendera. Rasa sehati dan sepenanggungan inilah yang melekat pada
generasi awal.
Awal
adalah suatu titik terang yang menentukan kedepannya, masa depan itu akan
tercerahkan dengan adanya satu langkah pertama. Langkah ini menjadikan Muhammadiyah
tetap teguh. Keteguhan itu sudah terpatri pada hati mereka. Hati menjadi baik
karena dasar yang baik pula, begitulah adanya Muhammadiyah yang sudah tidak
takut makan garam.
Garam
diibaratkan sebagai kepahitan generasi awal Muhammadiyah yang dalam proses
mendirikan banyak pertentangan yang terjadi mulai dari pemahaman keagamaan,
pendidikan, sosial dan dakwah. Banyak orang
yang tidak menyukai, menyebabkan pendiri Muhammadiyah terusik oleh lingkungan,
akan tetapi itu bukan menjadi soal karena pertentangan tersebut sudah dilewati
semua oleh generasi awal Muhammadiyah.
Muhammadiyah
yang kita kenal sekarang adalah Muhammadiyah yang tidak pernah berbeda secara
Ideologi, ideologi murupakan ide atau gagasan, Muhammadiyah secara Ideologi
memiliki Visi yang sistematis demi kemajuan bangsa. Kemajuan itu akan terlihat
ketika tindakan nyata terus dikumandangkan demi bangsa tercinta.
Cinta
Muhammadiyah terhadap bangsa Indonesia, terbukti dengan perjuangan-perjuangan generasi
Muhammadiyah dalam mengaharumkan nama Indonesia terutama dalam Dunia
Internasional, Prestasi-prestasi tersebut menjadi torehan yang sangat berharga,
sehingga sangat sulit dilupakan oleh bangsa Indonesia.
Indonesia
adalah Mitra sekaligus batang tubuh yang harus dijaga oleh Muhammadiyah, menjaga
berarti memelihara terutama ketertiban dalam ranah sosial. Tindakan sosial yang
sudah dibangun Muhammadiyah yang paling utama membantu masyarakat terutama yang
tidak mampu dalam hal ini anak yatim, yatim piatu, dengan mendirikan panti
asuhan, sebagai sarana untuk mendidik.
Mendidik
gerasi Bangsa adalah cita-cita besar Muhammadiyah, karena mendidik adalah
pekerjaan yang sangat mulia, mulia dimata tuhan dan mulia dimata manusia. Itulah
cita-cita yang selalu dijunjung tinggi oleh Muhammadiyah.
Salam
History.
Langganan:
Postingan (Atom)
28/032025
28/03/2025 Pengalaman hidup yang kurasakan tentunya banyak keajaiban yang terjadi yang aku tidak sangka-sangka mulai datang dan menghampiri...
-
Nasionalisme dalam pandangan (Ernest Gellner) Nasionalisme Menurut Ernest (1983) dalam bukunya yang berjudul “ nations and nationalism”...
-
26/03/2025 Belajar konsisten mengamalkan amalan kebaikan sejak seminggu sebelum puasa tahun 2025 sampai hari ini, mulai bangun tidur dan tid...












